Rabu, 27 Juni 2007

4 Tips untuk Pasangan Hidup

1.BELAJAR PERCAYA KEPADA BAPA DI SURGA

Kita harus belajar untuk percaya kepada Bapa di surga. Singkirkanlah pikiran kita dari segala hal yang jasmani, apakah itu mengenai rupa atau kulit dan sebagainya. Mulailah dengan mencari kerajaan Allah terlebih dahulu.

Serahkanlah permintaanmu itu kepadaNya: "Allah Bapa, saya menginginkan seorang suami atau seorang istri dan Engkau tahu bahwa saya menginginkan yang terbaik, tetapi saya akan mempercayakan itu kepadaMu, Tuhan. Semua ini saya minta di dalam nama Yesus Kristus dan saya percaya bahwa saya akan menerimanya sesuai firmanMu di dalam Markus 11:24.

Selanjutnya serahkan kepada Tuhan agar Dia dapat membawa orang itu ke dalam hidupmu. Tetapi hati hati, jangan salah menafsirkan ayat di atas. Karena ada kata kata 'apa saja yang kamu minta dan doakan'. Sehingga anda sudah menentukan si anu yang harus menjadi pasangan hidup saya. Bukan itu maksud yang dikatakan Yesus di dalam ayat tersebut. Engkau dapat meminta seorang suami atau istri, tetapi tidak bisa meminta orang tertentu, karena tidak ada disebutkan dalam Alkitab bahwa Allah pernah memberikan kita otoritas atas keinginan orang lain. Kita bisa saja menginginkan seseorang tetapi orang itu barangkali tidak menginginkan kita.


2.CARA YANG BENAR DALAM MEMINTA


Kalau engkau akan meminta seorang suami atau seorang istri, sebaiknya katakanlah, : "Tuhan saya minta seorang suami atau seorang istri yang sepadan dan memenuhi kebutuhan rohani dan jasmani saya. Saya percaya bahwa Engkau mengetahui yang terbaik untukku. Sesudah itu mulailah bersyukur kepada Tuhan dan percaya kepadaNya bahwa Dia akan membawa orang itu ke dalam hidupmu dan kamu akan tahu sewaktu ia datang.

Amin.


3.Ingat, Masa Pacaran Bukanlah Segalanya!

Sebuah survey menyebut 80% masalah keluarga yang timbul setelah pernikahan disebabkan karena masa pacaran yang tidak baik. Dan, selama itu pula pasangan bagai menaruh bom waktu yang akan meledak ketika seorang melanjutkan pacarannya ke jenjang pernikahan.

Maka, teliti, cermati serta pelajari pasangan Anda secara baik, agar Anda tidak kecewa atau menyesal di kemudian hari.

Anda perlu tahu motivasi-motivasi salah yang terkadang terdapat dalam pikiran kita mengenai perkawinan, misalnya :

o) Masalah usia

Sering kita menganggap kalau kita harus menikah di usia tertentu yang kita anggap sudah cukup. Hal ini salah, karena Tuhan punya rencana untuk tiap mahluk-Nya berbeda-beda. Dan usia tiap orang untuk menikah berbeda- beda.

Untuk itu hendaknya kita tidak menghakimi teman kita yang sering kali
dianggap 'perawan tua' atau semacamnya.

o) Rasa kesepian
Jangan menikah bila kita belum menang dari rasa kesepian kita.
Faktor ini terkadang terjadi pada orang-orang yang pendiam, dapat pada wanita, ataupun pria. Oleh karena rasa kesepian, maka ia akan menerima siapa saja yang tertarik dengannya.


o) Tekanan dari orang tua, atau teman
Ingatlah bahwa kita menikah karena rencana Tuhan, dan bukan atas
dasar tekanan dari orang lain.

o) Merasa sudah cocok
Di saat kita menemukan calon, dan kita merasa sudah cocok, hati-hati, kita
harus teliti lebih jauh tentang dirinya. Seperti cerita, sepasang muda-mudi
yang merasa bahwa pasangannya itu baik dan segera akan menikah karena
kebaikan pasangannya itu. Ingat! bahwa kita bukan mencari orang baik

untuk dijadikan pasangan hidup, tetapi orang benar. Karena orang baik
belum tentu orang benar, tetapi orang benar, pasti akan baik.


o) Materi
Seperti warisan, kekayaan, yang sifatnya tidak kekal dan hanya
menjadikan manusia rakus harta.

o) Asmara dan ketertarikan jasmani
Ingatlah janganlah menginginkan kecantikannya dalam hatimu,janganlah
terpikat oleh bulu matanya. Karena apabila kita sudah menjadi tua
pun semua kecantikan itu akan hilang.

o) Biologis
Ini dikhususkan untuk kaum pria. Janganlah menikah bila seorang pria belum
menang dalam hal kekudusan atau nafsu. Janganlah berpikir kalau menikah
adalah alternatif lain untuk seorang pria daripada ia lari ke berbuat dosa.

o) Kuasa gelap
Janganlah kita sekali-kali memakai cara ini dalam menentukan
pasangan hidup kita. Ingat apa yang ditabur itu yang akan dituai.

Iblis mungkin akan memberikan kepada kita wanita yang sempurna, pria

yang sempurna seperti yang kita idamkan, tapi ia akan memberikan kuitansi

pada kita. Misalnya:
perkawinanan Anda hanya 5 tahun, atau anak yang Anda lahirkan akan
idiot, atau Anda harus mengalami sakit-penyakit, masalah dengan bisnis
Anda, dan sebagainya. Tapi kalau kita meminta pada Tuhan, Tuhan akan
memberikan yang menurutNya terbaik untuk kita, bahkan Dia akan -----------
àmemberikan damai sejahtera
kepada keluarga kita selamanya, yang tidak akan dapat ditukar
dengan uang
seberapa besarnya pun. Waspada terhadap daya tarik kuasa gelap
misalnya pada
saat kita sangat berharap, kita ketakutan, kita ingin memiliki, kita
sakit hati, kesepian, dan sebagainya.

Bagaimana dengan perbedaan usia, suku, pendidikan, sosial, ras yang ada ?

Semua perbedaan yang tidak mutlak, baik itu mengenai masalah usia, suku, ras, sosial, pendidikan, dapat diatasi dengan kedewasaan rohani.

Pria sangat pencemburu yang sering kali mengikat hubungan dengan pasangannya sehingga pasangannya merasa kebebasannya terganggu, hal ini karena rasa tidak aman sampai pada tahap-tahap tertentu, jelas ia sedang jatuh dalam asmara dan bukan kasih, karena kasih tidak pencemburu. Begitu juga wanita.


- - o - -

4.“ SAMPAI MAUT MEMISAHKAN KITA …..

Sampai maut memisahkan...” jangan hanya slogan saja, tapi harus dijalankan bila sudah menikah karena itu sudah menjadi janji pra-nikah di hadapan Tuhan dan jemaatNYA.

Jika kita sudah memutuskan memulai hubungan pranikah dengan doi, dan mungkin kamu sudah berdoa sebelumnya, janganlah kita cepat-cepat menanamkan slogan “sampai maut memisahkan “ sebagai harga mati, sebelum pernikahan itu terjadi dan diberkati di hadapan Tuhan dan jemaatNYA.

Apalagi untuk kawula muda yang belum melibatkan Tuhan sama sekali sebelumnya.

Tak ada gading yang tak retak, begitu kata orang bijak. So,
tak ada satu pun manusia di dunia ini yang bisa luput dari kesalahan.
Termasuk, doi atau kamu sendiri.

Ingatlah :
Gading retak mungkin masih dapat diputar biar bagian yang mulus tetap
dapat dipamerkan kemulusannya, tapi doi yang sudah tidak sejalan lagi, terutama dalam prinsip-prinsip utama sesuai Firman Tuhan
- sejauh mana harus tetap dipertahankan ??

Perlulah di-Cek, mungkin doi termasuk orang yang pantas untuk di-cut-off, alias tidak bisa lagi dibawa untuk terus berjalan bersama, jika :

1. Beda prinsip
Iman, kepercayaan, pandangan hidup, merupakan hal prinsip yang harus
diperhitungkan dalam soal Pasangan Hidup. Seperti kata Firman Tuhan,
gelap dan terang tidak dapat bersatu.

Bagaimanapun, pasangan kita harus yang seiman and seimbang, agar hidup keluarga kita dapat diberkati oleh Tuhan dan menjadi berkat bagi sekitar kita.

Tanpa itu ??? Wah, dari kasus-kasus yang ada, sulit sekali hubungan dapat diharapkan meningkat dan sejalan dengan prinsip-prinsip alkitabiah.


2. Dia Addicted/ Pecandu
Kalau doi (pacar) pecandu narkoba, alkohol atau judi. Dan sulit sekali untuk
menghilangkan kecanduannya walau sudah seribu satu cara dicoba karena
mungkin memang doi yang nggak mau berubah. Kalo begini terus rasanya
doi perlu masuk nominasi untuk dilupakan.
3. Punya Masalah Kepribadian
Semua orang pasti punya masalah, tapi kalo sudah sering memukul jika sedang marah, bertemperamen tinggi yang terus menerus, memperlihatkan gejala gangguan jiwa, suka ngelaba, dll yang sejenis, berarti itu sudah tidak sehat.
Tinggal kita pilih aja, keluarga kita bakal jadi keluarga yang mengalami gangguan kejiwaan, atau hubungan ini di'parkir' dulu supaya doi dapat membereskan dulu jiwanya. Jika tidak ada kemajuan juga, alias tidak mau
berubah juga, sebaiknya belajarlah untuk melupakan.

4. Childish, alias nggak pernah bisa dewasa
Jika si doi inginnya dimengerti terus, dan jika salah nggak pernah mau
minta maaf, dll. Tentu yang seperti ini akan susah untuk diajak sehidup
semati soalnya dia maunya hidup terus sementara kita dibiarkan mati, alias mencoba mengerti dia terus tapi dia tidak pernah mencoba mengerti kita. Hal ini akan membuat pasangan lelah !

So, kalo ternyata hasil cek n ricek menunjukkan pasangan kamu misalnya
memiliki salah satu kekurangan seperti yang ada dalam poin di atas, bagaimana?

1. Diperlukan.. DOA ! Dan pasang telinga untuk mendengar apa tuntunan
Tuhan buat kita. Setelah itu, just do it!

2. Kalo memang harus say “goodbye” kepada doi karena alasan yang benar,
jangan khawatir.

Mungkin pertama memang sakit dan terasa sulit, tapi jalan hidup masih panjang, dan Percayalah Tuhan akan memberi yang terbaik.

3. Beri dukungan doi kalo dia memang butuh untuk mengatasi masalahnya,
tapi tetap “berteman saja” dengan dia. Ingat, jangan sampai hubungan kamu
pertahankan hanya karena “kasihan “, itu sama sekali bukan alasan yang kuat untuk terus membangun hubungan pranikah yang baik.

4. Jangan pernah merasa gagal dan merasa sudah membuat keputusan yang
amat salah dan tak termaafkan seumur hidup. Namanya manusia, salah gagal dapat saja. Tapi bagaimana kita bisa keluar dan memperbaiki kesalahan itu ? Nah, itu yang perlu dipikirkan

5. Tetapi bagaimanapun, jangan hanya melihat kejelekan orang lain atau
pasangan kita, jangan hanya ingin pasangan kita yang berubah,
kitapun harus terus belajar berubah ke arah yang benar

3 komentar:

Charley Hutabarat mengatakan...

Cocok bangat nich buat kehidupan yang aku alami saat ini, thank's berat udah bisa nyejukin pikiranku.

Sukses...!

Jhony Charles Marbun mengatakan...

Wah ternyata kena sama Lae yaaa, sama Lae hampir semua Manusia bisa mengalaminya tinggal kita nya sendiri

Thanks jg Buat Lae udah ngasih komentar

Ipang mengatakan...

"Jangan menikah bila kita belum menang dari rasa kesepian kita.
Faktor ini terkadang terjadi pada orang-orang yang pendiam, dapat pada wanita, ataupun pria. Oleh karena rasa kesepian, maka ia akan menerima siapa saja yang tertarik dengannya."

Wahh...qt blm paham nih tentang "belum menang dari rasa kesepian kita"? Mungkin, salah satu jalan biar qt ga kesepian..mungkin & mungkin qt bisa ambil jalan nikah, tentu dgn pertimbangan yg bozz sebutkan.

----------------------------------

"Ingatlah bahwa kita menikah karena rencana Tuhan, dan bukan atas
dasar tekanan dari orang lain."

Waduh bozz, kl ini susah...hehehe, qt br alami tuh 4 bln kmaren, :p. Kl dah Ortu ikut2an, repot urusannya bozz...menurut qt sih kacau deh...yah intinya "BUBAR KABEH",:)